Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

 

Masterplan ini memiliki dua kata kunci, yaitu percepatan dan perluasan:

ð Percepatan : Dengan adanya masterplan ini, diharapkan Indonesia mampu mempercepat pengembangan berbagai program pembangunan yang ada, terutama dalam mendorong peningkatan nilai tambah sektor-sektor unggulan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan energi, serta pembangunan SDM dan Iptek. Percepatan pembangunan ini diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.

ð Perluasan : dilakukan agar efek positif dari pembangunan ekonomi Indonesia dapat dirasakan tidak saja di semua daerah di Indonesia tetapi juga oleh seluruh komponen masyarakat di seluruh wilayah Nusantara.

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan sebuah roadmap yang disusun sebagai upaya untuk melakukan transformasi ekonomi untuk mendorong aktivitas perekonomian sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan daya saing. Upaya transformasi ekonomi tersebut tentunya dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh potensi dan tantangan yang dimiliki oleh Indonesia. Selain itu, MP3EI ini sekaligus sebagai pijakan awal dalam hal mengembangkan komitmen bersama antara Pemerintah dan dunia usaha untuk melaksanakan berbagai langkah-langkah pembangunan yang konkret.

Tujuan awal dilakukannya MP3EI adalah mencapai aspirasi Indonesia 2025, yaitu menjadi negara maju dan sejahtera dengan PDB sekitar USD 4,3 Triliun dan menjadi negara dengan PDB terbesar ke-9 di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekitar 82% atau USD 3,5 Triliun akan ditargetkan sebagai kontribusi PDB dari koridor ekonomi sebagai bagian dari transformasi ekonomi.

Pengembangan 8 (delapan) program utama tersebut meliputi: sektor industri manufaktur, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan strategis nasional. Sedangkan fokus dari 8 (delapan) program utama tersebut meliputi 22 (dua puluh dua) aktivitas utama yaitu: industri besi-baja, makanan-minuman, tekstil, peralatan transportasi, perkapalan, nikel, tembaga, bauksit, kelapa sawit, karet, kakao, perikanan, pariwisata, telematika, batubara, minyak dan gas, serta pengembangan Metropolitan Jabodetabek, dan pembangunan Kawasan Selat Sunda.

Peluncuran MP3EI ditandai dengan dimulainya proyek-proyek groundbreaking yang pencanangannya akan dipusatkan pada empat lokasi, yaitu Sei Mangke Sumatera Utara, Cilegon Jawa Barat, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika Papua.

MP3EI dirumuskan dengan semangat “Business as Not Usual”. Semangat ini tercermin dalam 3 hal, yaitu:

  1. MP3EI mengedepankan terobosan Strategi dan kebijakan. Titik berat pendekatannya pada solusi, bukan pada pendekatan masalah yang dihadapi.
  2. MP3EI menitikberatkan pada percepatan transformasi Ekonomi dengan pendekatan peningkatan value added, mendorong investasi, mengintegrasikan sektoral dan regional, serta memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai kebutuhannya.
  3. MP3EI mendengarkan masukan dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan pemerintah daerah.

MP3EI mempunyai 3 (tiga) strategi utama yang dioperasionalisasikan dalam inisiatif strategic.

Strategi pertama adalah pengembangan potensi melalui 6 koridor ekonomi yang dilakukan dengan cara mendorong investasi BUMN, Swasta Nasional dan FDI dalam skala besar di 22 kegiatan ekonomi utama. Penyelesaian berbagai hambatan akan diarahkan pada kegiatan ekonomi utama sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan realisasi investasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi di 6 koridor ekonomi. Berdasarkan potensi yang ada, maka sebaran sektor fokus dan kegiatan utama di setiap koridor ekonomi, diantaranya sebagai berikut:

1. Sumatera

:

Kelapa Sawit, Karet, Batubara, Besi-Baja, JSS

2. Jawa

:

Industri Makanan Minuman, Tekstil, Permesinan, Transportasi,   Perkapalan, Alutsista, Telematika, Metropolitan Jadebotabek.

3. Kalimantan

:

Kelapa Sawit, Batubara, Alumina/Bauksit, Migas, Perkayuan, Besi-Baja

4. Sulawesi

:

Pertanian Pangan, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas

5. Bali NT

:

Pariwisata, Peternakan, Perikanan

6. Papua-Kep. Maluku

:

Food Estate, Tembaga, Peternakan, Perikanan, Migas, Nikel

Strategi kedua, memperkuat konektivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil. Untuk itu akan ditetapkan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional. Menurut laporan Menko Perekonomian, berdasarkan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, teridentifikasi sejumlah regulasi dan perijinan yang memerlukan debottlenecking yang meliputi:

  1. Mempercepat penyelesaian peraturan pelaksanaan undang-undang
  2. Menghilangkan tumpang tindih antar peraturan yang sudah ada baik ditingkat pusat dan daerah, maupun antara sektor/lembaga
  3. Merevisi atau menerbitkan peraturan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung strategi MP3EI (seperti Bea keluar beberapa komoditi)
  4. Memberikan insentif kepada kegiatan-kegiatan utama yang sesuai dengan strategi MP3EI
  5. Mempercepat dan menyederhanakan proses serta memberikan kepastian perijinan

Adapun Elemen Utama dari Strategi Kedua adalah:

  1. Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan utama untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip keterpaduan, bukan keseragaman.
  2. Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan melalui inter-modal supply chain systems.
  3. Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas. (Pertumbuhan yang inklusif)

Strategi ketiga, pengembangan Center of Excellence di setiap koridor ekonomi. Dalam hal ini akan didorong pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing. Percepatan transformasi inovasi dalam ekonomi yang dilakukan melalui:

  1. Pengembangan modal manusia berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara terencana dan sistematis.
  2. Memasukkan unsur Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan berbagai upaya transformasi inovasi dalam kegiatan ekonomi.

Adapun Inisiatif Strategiknya adalah sebagai berikut:

  1. Revitalisasi Puspitek sebagai Science and Technology Park
  2. Pengembangan Industrial Park
  3. Pembentukan klaster inovasi daerah untuk pemerataan pertumbuhan
  4. Pengembangan industri strategis pendukung konektivitas
  5. Penguatan aktor inovasi (SDM dan Inovasi).

clip_image002

Berdasarkan hal tersebut, maka pembangunan Koridor Ekonomi Sumatera diarahkan sebagai “Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”. Pengembangan Koridor Ekonomi Sumatera di arahkan pada beberapa kegiatan ekonomi utama yaitu pengembangan kelapa sawit, karet, batubara dan besi baja. Untuk mendukung pengembangan setiap kegiatan ekonomi utama tersebut diperlukan upaya peningkatan konektivitas, seperti pembangunan jalan raya dan jalur rel kereta api. Sementara itu, posisi Sumatera yang strategis yang berbatasan langsung dengan negara lain, maka penguatan konektivitas difokuskan pada pengembangan hub internasional berupa pelabuhan utama bagi pelayaran internasional baik di timur pantai Sumatera dan sisi barat. Sumatera sebagai alternatif untuk membuka dan memperbesar peluang pembangunan di luar Jawa sekaligus mengurangi beban Pulau Jawa.

MP3EI dalam konteks Provinsi Riau telah mengakomodir ruas-ruas jalan utama yang selama ini di dambakan oleh masyarakat yang menghubungkan seluruh daerah di Provinsi Riau. Riau termasuk koridor I Sumatera. Terdapat enam belas paket rencana investasi Pemerintah bidang infrastruktur untuk koridor ekonomi sumatera di Provinsi Riau dengan total rencana investasi Rp14,784 Triliun, dan rencana investasi BUMN Rp13,422 Triliun. Ini adalah angka yang cukup besar namun perlu pengawalan secara konsisten dari daerah mengingat dari seluruh paket yang direncanakan tersebut hanya jalan tol Pekanbaru-Dumai yang ditargetkan selesai pada tahun 2017. Sementara paket lain ditargetkan selesai pada akhir tahun 2014 dan 2015. Penanganan jalan strategis nasional Pekanbaru-Buton Tahap I. Paket VI: Simpang Pusako-Buton (19,13 km) nilai investasinya 1.111 (IDR miliar) direncanakan pada tahun 2013 dan selesai pada tahun 2014. Sedangkan Peningkatan Jalan Sorek-Sp.Japura-Rengat-Rumbai Jaya-Kuala Enok (238 km) nilai investasinya 295 (IDR miliar). Proyek ini direncanakan mulai tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014.

Sebagaimana diketahui berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau No9/ 2009 tentang rencana pembangunan jangka panjang, visi pembangunan Provinsi Riau tahun 2005- 2025 adalah terwujudnya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin, di Asia Tenggara tahun 2020.

Teknopolitan Pelalawan memosisikan diri sebagai kawasan industri yang mengutamakan peningkatan nilai tambah dan mempebesar manfaat ekonomi bagi usaha-usaha industri yang ada di Pelalawan. Kelapa sawit merupakan produk unggulan Kabupaten Pelalawan dengan luas kebun mencapai 334.000 hektare yang didukung dari 18 Pabrik Kelapa Sawit(PKS) dengan produk akhir CPO dengan total produksi mencapai 1,5 juta ton per tahun.  

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 111 tahun 2009 sebagaimana diubah dengan peraturan Nomor 13 tahun 2010 menyebutkan, bahwa pembangunan industri hilir kelapa sawit ini dilakukan dengan pembentukan klaster industri yang pengolahan CPO dan turunannya di Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan Timur. Untuk Provinsi Riau ditetapkan Dumai dan Kuala Enok, sebagai lokasi pembangunan industri hilir kelapa sawit, namun demikian tidak ada halangan dan tentu saja akan didukung apabila ada inisiatif baru seperti yang direncanakan di kawasan Teknopolitan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Editorial dan redaksi. 2011. Konektivitas Enam Koridor Ekonomi. http://www.irsdp.org

Inkindo. 2011. Daftar Proyek MP3EI. http://www.inkindo.org/

Riau Pos. 2012. Teknopolitan Kawasan Industri Terpadu. http://m.riaupos.co

Anonim. 2012. Peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI). www.ekon.go.id.

Artikel Terkait

Soal CPNS 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s